Showing posts with label Muslimah. Show all posts
Showing posts with label Muslimah. Show all posts

Sebuah Renungan

Kenapa impian itu bukan seindah angan..? 
Kenapa kehidupan itu tidak semudah perancangan..?

Wahai hati, itulah KEHIDUPAN. 
Sesaaat manis akan melupakan setahun PAHIT. 
Setahun pahit akan hargainya sesaatnya MANIS. 
Hidup MANIS tanpa PAHIT membuat kita lupa SIAPA KITA. 
Hidup PAHIT tanpa MANIS menjadikan kita CEKAL dan PANDAI MENGHARGAI...
Bersabarlah, jika hari ini langit CERAH belum tentu cuacanya BAIK. Jika hari ini langit itu HUJAN belum tentu cuacanya BURUK...

Budi Pekerti

*Budi Pekerti Orang BerIman*

Bismillaahirrahmaanirrahim,

Akhlaq/budi pekerti/thobiat orang iman

HR. Tirmizi, Ahmad, Baihaqi dan Hakim Sabda Rosulullohi Shalallahu'Alaihi Wasallam, bahwa termasuk akhaq / budi pekerti / thobiat orang iman itu adalah:

1). Kuat memegang teguh pendirian dan keyakinannya, tidak mudah terpengaruh keadaan, dan tidak lemah karena cobaan.

12 Sifat Sahabat

01. Jika engkau berbuat baik kepadanya, ia akan melindungimu.

02. Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas baik persahabatanmu itu.

03. Jika engkau perlukan pertolongan daripadanya berupa wang dan sebagainya, nescaya ia akan membantumu.

04. Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, nescaya ia akan menerima dengan baik.

Durhaka Kepada Suami

Wanita-wanita yang durhaka kepada suami adalah termasuk ciri dari wanita yang di cintai iblis.

Na'udzubillah

PERKAHWINAN di dalam Islam adalah suatu aqad yang mulia antara lelaki dan wanita. Ia menghalalkan setiap keduanya untuk yang lain. Dengan itu mereka akan saling mengasihi, tolong menolong, bergabung dan bertolak ansur. Al-Quran telah menggambarkan hubungan ini dengan suatu gambaran yang menarik yang bermaksud:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
(Ar-Rum: 21)

Kesalahan-Kesalahan Suami Terhadap Istri

Keutuhan sesebuah rumahtangga sangat dipengaruhi oleh baiknya kepemimpinan seorang suami (sebagai ketua keluarga) dalam membina keluarganya. Lebih-lebih lagi adalah SIKAP & PERILAKUnya dalam bergaul dengan isterinya. Suami isteri sebagai tunjang UTAMA dalam sesebuah rumahtangga, bila mengalami kerosakan maka bangunan rumahtangga akan runtuh. Disebabkan hubungan ini seharusnya sentiasa di jaga dengan memperhatikan HAK & KEWAJIPAN masing-masing. Bagi suami isteri harus saling menunaikan kewajipanya setelah itu baru boleh mendapatkan apa yang menjadi haknya.

Jika kita melihat kenyataan dalam masyarakat, dua sikap suami yang saling bertentangan dalam menyantuni isteri mereka, sikap inilah yang perlu di ambil perhatian, tak kurang juga sama-sama menimbulkan masalah yang berhujung dengan sebuah perceraian.

Janganlah Menjadi Seorang Pendendam

1. Pengertian dendam

Dendam ialah apabila hati seseorang itu merasa sangat berat terhadap seseorang lain seperti membencinya, menjauhi diri darinya, dan sifat itu akan kekal bersemadi di dalam hati orang itu dan tidak padam-padam.

2. Keburukan-keburukan Dendam

Dengan itu jelaslah bahawa sifat dendam itu berpunca dari sifat marah yang tidak dikekang atau diredhakan dengan segera. Sifat dendam ini akan menimbulkan berbagai perkara mungkar antaranya:

Cobalah Untuk Saling Memahami

Seorang suami telah dikodratkan oleh Alloh untuk menjadi kepala keluarga, dialah yang diberi kewajiban oleh Alloh dan Rosul Nya untuk memberi nafkah kepada istri dan anaknya. Yang mana hal ini berkonsekwensi wajib bagi dia untuk mencari pekerjaan, yang terkadang pada zaman seperti sekarang ini tidak semua orang mendapatkan usaha yang sesuai dengan bidangnya. Betapa banyak sarjana yang pekerjaanya di luar keahliannya, apalagi lainnya !!!

Sulitnya mencari pekerjaan dan capeknya bekerja diluar rumah bagi sang suami

akan terasa ringan kalau didukung secara moril oleh si istri, beban dia akan menjadi sedikit ringan secara psikologis kalau istrinya ikut mendukung dan senang dengan apa yang dia kerjakan sekarang.

Doa Orangtua

Telah mengabarkan kepada kami Iyasy bin Walid, ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdul A'la, ia berkata, Telah mengabarkan kepada kami Hamad bin Ishaq, dari Yazid bin Abdullah bin Qasith, dari Muhamma
d bin Syurahbil-saudara Bani Abduddar, dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa sallam bersabda :

"Tiada orang dapat bicara ketika bayi kecuali Isa bin Maryam dan anak yang membebaskan Juraij." Rasulullah ditanya, "Wahai Nabi, siapa orang yang membebaskan Juraij itu..??" Beliau menjawab, "Juraij adalah seorang Ahli Ibadah yang membangun suatu biara (tempat ibadah). Suatu ketika penggembala sapi singgah di biaranya dan ada seorang wanita pelacur berbuat Zina dengan Pengembala itu. Suatu hari ibunya datang memanggil, sementara ia sedang sembahyang. Maka ia ( Juraij) berkata, "Tuhanku,itulah ibuku dan aku sedang sembahyang", maka ia melanjutkan sembahyangnya sehingga ibunya pulang. Esok harinya ibunya datang kembali di waktu juraij sedang sembahyang dan ia tidak menyambut panggilannya lagi, dia berkata, 'Wahai Tuhanku, itulah ibuku dan aku sedang sembahyang'. Kemudian ibunya datang ketiga kalinya ketika Juraij sedang sembahyang. Ia berkata,'Tuhanku, itulah ibuku dan aku sedang sembahyang'.

Ketika itu marahlah ibu Juraij dan berdo'a, "Ya ALLAH, jangan matikan ia sehingga melihat wajah wanita pwlacur." Beberapa saat kemudian datang seorang penguasa membawa wanita (pelacur) yang baru melahirkan dan ia ditanya, 'Dari laki-laki siapa anak itu dilahirkan..??' Ia (Pelacur) menjawab,'Juraij'. Ia ditanya lagi, 'Bukankah dia penjaga biara itu..??' Pelacur itu menjawab,'Ya'. Lalu penguasa itu memerintahkan orang-orang, 'Hancurkan biara itu dan bawa Juraij kesini..!!'. lalu dihancurkanlah biara itu dan juraij diborgol dan lehernya diikat dengan tali, dibawalah Juraij didepan para perempuan-perempuan pelacur dan mereka menyaksikannya sembari tersenyum.

Juraij berkata, 'Wahai raja, mengapa kamu berbuat demikian padaku..??' Penguasa itu menjawab, 'Kau telah berbuat Zina dengan wanita ini sehingga lahirlah anak itu darimu..!!' lalu berkatalah Juraij, 'Dimanakah bayinya itu..??' Orang-orang berkata, 'Ini bayinya bersama ibunya.' Lalu Juraij mendekatinya dan (bertanya kepada si bayi itu), 'Siapa Ayahmu..??' Bayi itu menjawab, 'Si Pengembala sapi.'

Mendengar jawaban si bayi itu, sang penguasa lalu berkata kepada Juraij, 'Sukakah kamu jika kami membangun kembali Biara itu dengan Emas?' Juraij menjawab, 'Tidak'. Ia bertanya lagi, 'Dengan Perak?' Juraij menjawab, 'Tidak'. Penguasa itu bertanya lagi, 'Lalu kami bangun dari apa?' Jawab Juraij, 'Kembalikan seperti semula.' Penguasa itu bertanya lagi, 'Kenapa engkau tersenyum Wahai Juraij?' Jawab Juraij, "Telah kutahui urusan ini karena Panggilan Ibuku,' Kemudian Juraij menceritakannya.

( Hadits ini Shahih, diriwayatkan oleh Muslim )

SUBHANALLAH.. Do'a orangtua apalagi seorang IBU sangat Mujarab untuk anaknya..
Maka, do'akanlah selalu yang terbaik untuk anak kita jangan mendo'akan yang buruk untuk anak kita

Semoga Bermanfaat untuk sahabat Fillaah

Sumber : Buku Adabul Mufrad Imam Al-Bukhari

باركــ اللّــــہ فـــــــيك

=======================================

Bagi sahabat Muslimahku-Bidadariku Bila bermanfaat Silahkan di Share / Bagikan ke sahabat yang lainnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

منْ دعاَ إلى هُدَى كَانَ له من الأجرِ مثلُ أُجورِ منْ تَبِعَهُ لا ينْقُصُ ذَلِكَ منْ أُجْورِهمْ شَيْئاً ومنْ دعاَ إِلىَ ضَلاَلةِ كاَن عليهِ من الإثمِ مثْلُ آثامِ مَنْ تبعَهُ لاَ ينْقُصُ ذَلِكَ من آثامهم شَيئاً رواه مسلم 4831.

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” .

Keep Istiqomah

( Anik Susilawati ) 

Kebahagiaan Itu Dibuat, Bukan Dicari !

Jika membicarakan kebahagiaan, tentu kita ingat juga kata cinta. 

Sebab kebahagiaan identik dengan keberadaan cinta. Kita harus mengetahui diri sendiri, apa yang membuat kita merasa bahagia. 



Sebab, kebahagiaan harus kita sendiri yang membuat, bukan kita yang mencarinya. 



Pabrik kebahagiaan berada di dalam sanubari kita sendiri. Percuma Anda pergi ke ujung dunia untuk mencari kebahagiaan. Kebahagiaan tak akan Anda dapatkan di mana pun, kecuali Anda yang membuat diri berbahagia di mana pun dan kapan pun. 


Bersabarlah

Manusia hidup dalam dunia ini tentu tak pernah luput dari masalah, masalah dan masalah, sekecil apapun itu tetaplah masalah. Sejak kita lahir kemuka bumi ini sampai ajal menjemput kita, selama itu juga lah masalah selalu mengintai dan menghadang kita.

Terkadang kita tidak selalu mendapat apa yang kita inginkan, dan
Terkadang kehidupan ini tak selalu berjalan sesusai dengan kemauan dan kehendak kita, ada kalanya masalah datang dalam hidup kita. Yaa..itulah namanya kehidupan, tidak pernah bisa kita duga kemana arahnya.

Ketika Harta Melalaikan Keluarga

Bismillah,

Suamiku sayang..
Masih ingatkah dulu?
Ketika kita hidup dalam kesederhanaan dan keprihatinan..
Kala itu aku melihatmu penuh dengan rasa cinta,tanggung jawab dan kepedulian,
Engkau banyak membagi waktumu dengan diriku dan anak2 kita.
Engkau juga banyak memperdulikan aku dan anak2,
saling bercanda,bercerita disetiap waktu..
Setiap waktu kita selalu makan bersama-sama walaupun makanan kita seadanya dan kurang,

Obat Mabuk Cinta

Bismillaah

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

وعشقُ الصُّوَر إنما تُبتلى به القلوبُ الفارغة مِن محبة الله تعالى، المُعْرِضةُ عنه، المتعوِّضةُ بغيره عنه، فإذا امتلأَ القلبُ من محبة الله والشوق إلى لقائه، دفَع ذلك عنه مرضَ عشق الصور

"Mabuk cinta hanya akan menimpa hati yang kosong dari rasa cinta kepada Allah Ta'ala, hati yang berpaling dari-Nya, dan hati yang mencari pengganti selain dari-Nya.

Jika hati sudah dipenuhi perasaan cinta kepada Allah dan kerinduan bertemu dengan-Nya, maka akan menjadi pelindung dari mabuk cinta."

(Zadul Ma'ad : 4/268)

باركــ اللّــــہ فـــــــيك

( Anik Susilawati )

Kiat Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Keharmonisan adalah kata-kata terindah yang menjadi impian setiap pasangan insan manusia. Selaras dalam perjalanan hidup berdua mengarungi bahtera rumahtangga kan jadikan kuat ikatan dan rasa saling memiliki. Berikut ini sebuah tulisan yang sangat berharga dari ustadz Abu Ihsan Al-Atsari dalam bukunya


Kiat menjaga keharmonisan rumah tangga antara lain adalah sebagaimana penjabaran beikut :


Nasehat Diri

Bismillaah

Daripada membayar mahal untuk beli tiket, lebih baik membeli baju muslim, untuk menutup aurat.

Daripada menangisi idola kita, lebih baik kita tangisi dosa-dosa kita. Karena Allah belum tentu memaafkan dosa-dosa kita.

Dari pada mendengarkan musik, lebih baik kita mengaji.

Tidak ada yang bisa menolong diri kita pada hari kiamat, kalau bukan diri kita sendiri.

Mengapa di Masjid lebih banyak yang kosong pada waktu sholat berjamaah dan kajian ? Mengapa bisa kalah dengan konser2 yang tidak ada manfaatnya untuk akherat ?

Menjadi Bidadari Yang Di Dambakan Oleh Suami


Bismillaah 

Menjadi bidadari bagi suami di dunia dan akhirat, adalah cita-cita tertinggi seorang muslimah sebagai istri. 
Mengapa tidak cukup menjadi bidadari di dunia saja? 
Toh, ALLAH sudah menjanjikan bidadari-bidadari di syurga bagi para suami (muslimin) yang shaleh. Justru itulah sebabnya.

Tidak cemburukah para istri jika perannya digantikan oleh wanita-wanita lain yang kebetulan seorang bidadari? Oleh karenanya, adalah sebuah dambaan bagi seorang istri untuk menjadi ratu bidadari bagi suaminya kelak di syurga.
Karena istri atau wanita pendamping suami ketika hidup di dunia lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan bidadari-bidadari syurga, karena ibadahnya kepada ALLAH. 
Wanita dunia menjalankan sholat, shaum, dan semua amaliah
ibadah lainnya, sedang bidadari syurga tidak.

Keagungan Wanita Dalam Islam (Saat Menjadi Anak)

Bismillaah

Pada zaman Jahiliyyah, menjadi anak wanita benar-benar terhina, orang tua mereka tidak senang dengan kehadirannya bahkan mereka tega membunuhnya dengan menguburnya hidup hidup. Perhatikanlah gambaran Al-Qur’an berikut :

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ – يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Keagungan Wanita Dalam Islam (Saat Menjadi Seorang Ibu)

Bismillaah

Saat seorang wanita menjadi ibu, maka syariat Islam benar-benar menghormati dan mengagungkannya. Hal ini sangat nampak sekali dengan wajibnya seorang anak berbakti pada ibunya, berbuat baik padanya, larangan menyakitinya dengan cara apapun, mendoakan kebaikan baginya serta berbagai hal lain yang membawa kebahagiaan serta kehormatan dirinya.

Salah satu gambarannya adalah firman Allah Ta’ala :

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا – وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Sifat-Sifat Istri Sholihah


Bismillaah 

1]. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى

“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257 ).

Indahnya Rumah Tangga Karena Allah

Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda. 

Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akan saling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka.

Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan, tidak ada yang merasa superior. 

Menggapai Ridho Allah Dalam Berumah Tangga

Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati.

"Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiah, istri fir'aun" (HR Nasa'i dan Ibnu Majah ).